Jumat, 08 April 2011

The Reasoned Actioned Theory

Disadur dan dimodifikasi oleh Shidarta
(dilarang mengutip kecuali menyebutkan sumbernya)

Teori ini dipublikasikan oleh Martin Fishbein dan Icek Ajzen dalam buku mereka "Understanding Attitude and Predicting Behavior" (Englewood Cliff, New Jersey: Prentice Hall, 1975). Teori ini berbicara tentang rangkaian konsep-konsep: (1) perilaku (behavior), (2) niat (intention), (3) sikap (attitude), dan (4) norma subjektif (subjective norm) dari perilaku tersebut. Jika digambarkan urut-urutannya adalah sebagai berikut:


Jika Anda melihat orang atau sekelompok orang berperilaku tertentu (lihat kotak paling kanan), maka perilaku itu disebabkan oleh banyak faktor. Pertama-tama, adalah keyakinan si pelaku atas akibat perilakunya sendiri (kotak paling kiri atas). Keyakinan tersebut berhubungan dengan pengetahuan si pelaku. Oleh sebab itu, kotak keyakinan tersebut bisa saja diganti dengan pengetahuan. Sebagai contoh, perilaku mengkonsumsi napza. Perilaku ini dapat dilatarbelakangi oleh faktor pengetahuan si pelaku atas akibat dari mengkonsumsi napza itu. Pengetahuan ini bisa berisi  hal-hal positif maupun negatif. Hal-hal positif misalnya ia tahu bahwa ia mudah menjadi gembira, dapat lepas dari beban. Hal-hal negatif, misalnya ia tahu bahwa ia akan menjadi ketagihan, bahkan mungkin ditangkap polisi. Dari tarik-menarik dua keyakinan ini, akan membawanya sampai pada sikapnya pribadi terhadap perilaku mengkonsumsi napza itu (kotak baris kedua dari kiri bagian atas). Jika keyakinan pribadinya lebih banyak positif, ia tentu tidak akan cenderung mengkonsumsi napza. Jika keyakinan pribadinya yang negatiflah yang lebih kuat, ia cenderung mengkonsumsi.

Pada saat bersamaan, ada pengetahuan lain yang juga dimilikinya, yaitu pengetahuan tentang pandangan orang-orang lain yang mempengaruhinya terkait dengan akibat perilakunya (kotak paling kiri bawah). Misalnya, ia tahu ada rekan-rekan seusianya yang juga mengkonsumsi napza dan sampai sekarang aman-aman saja. Dari rekan-rekannya inilah ia tahu bahwa mengkonsumsi napza itu bagian dari perilaku "gaul" kaum muda. Tapi, ia juga tahu bahwa orangtua dan keluarga terdekatnya pasti menentang perilaku ini. Ia juga tahu pemuka agamanya dan aparat penegak hukum di sekitarnya juga melarang. Norma subjektif terhadap perilaku (kotak baris kedua dari kiri bagian bawah) adalah keputusan yang diambil si pelaku setelah ia mempertimbangkan pandangan orang-orang lain atas akibat perbuatannya. Di sini si pelaku bisa terpengaruh dan bisa juga tidak terpengaruh dengan pandangan orang-orang ini. Dapat diduga, jika pengaruh negatif itu yang lebih kuat diterimanya, ia akan cenderung berniat mengkonsumsi napza, dan sebaliknya jika pengaruh positif itu yang lebih dominan, ia tidak akan berniat mengkonsumsi.

Jadi, dua pola tersebut, yaitu sikap dan norma subjektif (kotak baris kedua dari kiri bagian atas dan bawah) itu diposisikan sebagai faktor-faktor yang mengiring kepada niat yang bersangkutan untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku mengkonsumsi napza tadi (kotak baris kedua dari kanan). Boleh jadi, ia secara pribadi punya sikap untuk tidak mau mengkonsumsi napza karena tahu lebih banyak mudharat daripada manfaatnya, tapi secara normatif ia tak kuat menolak pengaruh rekan-rekan seusianya. Apalagi ia tahu bahwa banyak artis idolanya yang juga mengkonsumsi napza dan tetap dihormati. Terlihat di sini bahwa sikap si individu lebih lemah daripada norma subjektif yang diyakininya. Kondisi demikian akan mendorong niat untuk mengkonsumsi napza menjadi lebih besar. Sebaliknya, jika kepribadiannya lebih kuat dan ia berani menentang pandangan rekan-rekannya itu, maka niat untuk mengkonsumsi napza menjadi kecil.

Kotak terakhir (paling kanan) adalah perilaku. Dari urut-urutan pandangan Fishbein dan Ajzen ini dapat dipahami bahwa perilaku sebenarnya adalah niat yang sudah diwujudkan secara konkret.

The Reasoned Action Theory ini menarik karena dapat diterapkan untuk berbagai konteks penelitian. Kita dapat mencermati faktor-faktor orang melanggar hukum, seperti contoh yang saya berikan di atas; atau faktor-faktor orang mengikuti ajaran (sekte) agama tertentu, membeli suatu barang, dan masih banyak perilaku lainnya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar